Penyakit TBC ternyata termasuk salah satu penyebab kematian terbesar di dunia selain penyakit seperti kanker dan lainnya. Ketahui segera cara mencegah penyakit TBC agar Anda dapat menjaga diri serta orang-orang di sekitar dari penyakit ini. Namun sebelum itu, apakah Anda sudah mengetahui dengan jelas apa itu TBC?

Daun Pegagan merupakan salah satu dari herbal yang dikenal oleh masyarakat. Tanaman herbal ini ternyata dapat menjadi obat untuk TBC. Meskipun begitu, lebih baik mengkonsumsinya apabila memang dokter merekomendasikannya. Karena kesembuhan seseorang dari penyakit bukan hanya sekedar faktor obat yang dikonsumsi saja.

Penyakit TBC

Untuk mengetahui cara mencegah penyakit TBC serta menerapkan pencegahannya dengan baik, kenali terlebih dahulu penyakit yang satu ini. Salah seorang yang terkenal di Indonesia yang juga merupakan pahlawan yaitu Jenderal Sudirman meninggal karena mengidap penyakit yang satu ini. Di dunia, penyakit TBC termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di dunia.

Ilustrasi Bakteri Penyebab TBC, sumber Republika
Ilustrasi Bakteri Penyebab TBC, sumber Republika

Dilansir dari Halodoc, Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang tersering dan paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru.

Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui orang yang telah mengidap TBC. Kemudian, batuk atau bersin menyemburkan air liur yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah terhadap penyakit tuberkulosis. Walaupun biasanya menyerang paru-paru, tetapi penyakit ini dapat memberi dampak juga pada tubuh lainnya, seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya.

Indonesia sendiri termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara, dengan jumlah pengidap yang mencapai 305.000 jiwa pada 2012. Apabila tuberkulosis laten atau TBC tidak mendapat pengobatan, maka lebih dari 50 persen orang yang mengidap penyakit ini dapat meninggal. Walau begitu, hanya satu banding sepuluh kasus yang berkembang menjadi penyakit aktif.

Untuk kasus TBC laten, bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkulosis belum aktif secara klinis dan hanya berada di dalam tubuh. Jika sudah aktif, akan terjadi gejala pada periode tertentu bisa dalam hitungan minggu maupun tahun. Durasi tersebut tentu saja tergantung dari kondisi kesehatan dan daya tahan dari pengidap.

Beberapa kelompok orang yang lebih mudah tertular TBC, di antaranya:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (bayi, anak-anak, lansia, atau penderita HIV/AIDS) kekurangan gizi, diabetes, dan gagal ginjal stadium akhir, kanker
  • Perokok
  • Orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi, misalnya panti jompo atau tempat penampungan tunawisma
  • Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh
  • Petugas medis yang merawat pasien TBC
  • Orang yang tinggal dengan penderita TBC
  • Orang dengan gaya hidup buruk, seperti menyalahgunakan narkoba atau mengonsumsi alkohol
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi
  • Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, misalnya penderita kanker, lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn
TBC Menyerang Paru-paru, sumber Kompas.com
TBC Menyerang Paru-paru, sumber Kompas.com

Cara Mencegah Penyakit TBC

Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit TBC? Meskipun sudah ada metode perawatan dan penyembuhan dari penyakit yang satu ini, namun tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa cara mencegah penyakit TBC yang disarankan oleh situs Klik Dokter.

1. Ketahui Apakah Anda Berisiko

Jika Anda termasuk berisiko, maka harus lebih waspada terhadap penyakit ini. Salah satu caranya adalah melihat riwayat keluarga apakah Anda berasal dari keturunan pengidap TBC atau tidak. Serta cara lainnya yang bisa dilakukan.

2. Waspada dengan Pengidap TBC di Sekitar Anda

Memiliki keluarga atau tetangga yang menderita tuberkulosis bukan berarti harus dijauhi. Hal yang terpenting adalah mengetahui sumber penularan dan menghindarinya. Karena penyakit ini menular melalui droplet, penderita sebaiknya menggunakan masker, membuang dahak di tempat yang dapat langsung dialiri air (jangan di jalanan), menutup mulut ketika batuk atau bersin, serta tidak berganti-ganti alat makan dengan orang yang sehat.

3. Kenali Gejala TBC

Dengan mengenali gejala penyakit ini, Anda akan lebih sadar terhadap diri sendiri. Artinya, ketika menemukan gejala yang mirip, Anda akan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga dapat ditangani dengan cepat. Selain itu, Anda dapat lebih waspada terhadap orang-orang yang Anda curigai menderita tuberkulosis.

4. Pastikan Sirkulasi Udara di Rumah Baik

Bakteri tuberkulosis akan menghilang jika sirkulasi udara di rumah baik. Jadi, pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Sinar matahari yang masuk menandakan rumah Anda mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara yang baik, sehingga hal ini dapat mencegah TBC.

5. Gunakan Masker Saat Berada di Tempat Ramai

Penularan tuberkulosis bisa melalui udara saat penderita bersin atau batuk. Upaya untuk mencegah paparan bakteri TBC masuk ke dalam tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan masker di tempat umum.

Menggunakan Masker, sumber RS Budi Kemuliaan
Menggunakan Masker, sumber RS Budi Kemuliaan

6. Dapatkan Vaksinasi BCG

Vaksin BCG dapat melindungi anak-anak maupun orang dewasa dari tuberkulosis. Vaksin ini telah masuk dalam imunisasi wajib dari pemerintah. Untuk anak-anak, lakukan imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah TBC di kemudian hari.

7. Lakukan Tes Lebih Dini

Jika Anda merasa mengalami gejala tuberkulosis, jangan ragu untuk melakukan tes agar dapat terdiagnosis secara dini. Semakin dini pengobatan, semakin baik. Tes yang dimaksud berupa tes dahak, tes kulit tuberkulin, dan tes rontgen paru.

Itu dia beberapa cara mencegah penyakit TBC yang bisa Anda coba terapkan. Periksakan kondisi tubuh Anda ke dokter untuk memperoleh keterangan yang pasti seputar diagnosa. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda.

× Chat WhatsApp?