Akhir-akhir ini dikenal istilah detoksifikasi. Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan serta menyehatkan tubuhnya melakukan detoksifikasi tubuh atau diet detoksifikasi. Namun apa maksud sebenarnya dari istilah yang satu ini?

Menjaga tubuh agar tetap sehat ditentukan dari berbagai hal mulai dari asupan makanan hingga waktu beristirahat. Lantas, mengapa harus melakukan detoksifikasi? Apakah detoksifikasi tubuh atau diet detoks ini lebih ampuh dibandingkan pola hidup sehat yang standar? Simak berbagai informasinya berikut ini.

Definisi Detoksifikasi

Detoksifikasi tubuh berasal dari kata detox yang berasal dari kata bahasa Inggris. Istilah ini merupakan lawan kata dari toxic. Toxic sendiri bermakna racun sehingga detox artinya adalah membersihkan racun. Lantas, bagaimana dengan makna dari detoksifikasi tubuh itu sendiri?

Dengan berbagai aktivitas rutin yang selalu menantang dan lingkungan yang tidak selalu terjaga, ternyata tubuh manusia terpapar berbagai radikal bebas termasuk racun ke dalam tubuhnya. Racun didalam tubuh ini perlu dikeluarkan dengan melakukan pola hidup dan pola makan tertentu. Itulah yang barangkali disebut dengan detoksifikasi tubuh.

Walaupun liver dan ginjal dalam tubuh dapat membuang racun secara alami yang dikeluarkan melalui keringat, air kencing dan tinja, tetapi tetap saja ada racun yang tidak ikut terbuang. Racun yang tertinggal itu lama-kelamaan akan menumpuk dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti jerawat, sakit kepala, mudah lelah, dan sebagainya.

Makanan Tingu Gula, sumber AASR
Makanan Tingu Gula, sumber Harper Health and Wellness

Untuk menghadapi berbagai masalah kesehatan tersebut akhirnya disarankan diet detoks. Diet detoks dipercaya dapat meluruhkan racun sampai tubuh benar-benar bersih, sehingga tubuh akan terhindar dari stres, ketidakseimbangan hormon, dan kondisi inflamasi. Namun itu semua dengan catatan gangguan kesehatan yang dialami sudah terbukti disebabkan oleh berbagai radikal bebas.

Berbeda dengan penyakit yang penyembuhannya perlu dilakukan dengan cara-cara yang disarankan oleh dokter. Detoks ini lebih kepada pola hidup yang perlu dijalani apabila terbukti benar-benar dapat mengurangi bahkan membersihkan racun dari dalam tubuh. Lantas, apakah faktanya diet detoks dapat berdampak demikian?

Sampai saat ini, belum ada informasi ilmiah yang membuktikan bahwa diet detoksifikasi bermanfaat. Faktanya, untuk membersihkan tubuh dari racun, tidak perlu dengan melakukan diet detoksifikasi. Tubuh kita dapat dengan sendirinya membersihkan racun secara alami dan tidak akan ada racun yang mengendap di bagian tubuh manapun, karena pembersihan tubuh dilakukan sepanjang waktu. Melalui keringat, air kencing, dan feses yang kita keluarkan, racun-racun pun akan ikut terbuang.

Walaupun demikian, kamu tetap disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, memperbanyak minum air putih, agar tubuh dapat membersihkan racun secara alami. Selain itu, batasi juga mengonsumsi makanan manis, makanan yang dikemas dalam kaleng, makanan olahan, dan makanan yang sangat berlemak, agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari racun.

Sebuah studi lain meneliti efektivitas diet detoks lemon pada wanita Korea yang kelebihan berat badan. Diet detoks tersebut membatasi asupan sirup kelapa atau maple dan jus lemon selama tujuh hari. Hasilnya, diet ini berhasil secara signifikan mengurangi berat badan, BMI, presentase lemak tubuh, rasio pinggang sampai pinggul, lingkar pinggang, penanda peradangan, resistensi insulin, dan tingkat leptin yang bersirkulasi dalam darah.

Tips Untuk Detoksifikasi

Pola Hidup Sehat, sumber AARP
Pola Hidup Sehat, sumber AARP

Lantas bagaiman metode detoksifikasi tubuh yang disarankan? Karena tidak semua hal sama dengan setiap kondisinya. Jangan sampai keliru dalam membiasakan diri untuk mengikuti pola hidup tertentu namun mendapatkan efek yang berbeda dari yang diharapkan. Berikut beberapa pola hidup yang dapat mendukung detoksifikasi dikutip dari situs sehatQ.

1. Perbanyak konsumsi air

Selain menghilangkan haus dan mengatur suhu tubuh, air juga berfungsi mengeluarkan zat sisa hasil pembakaran tubuh melalui keringat, air seni, dan juga napas. Untuk membantu tubuh memperlancar pembuangan zat-zat beracun di dalam tubuh melalui keringat, Anda bisa mengonsumsi air hangat secara rutin.

2. Kurangi konsumsi gula

Kadar gula yang tinggi adalah salah satu sumber penyakit seperti obesitas, kanker, dan diabetes. Penyakit ini menghalangi organ ginjal dan hati membuang racun dari tubuh secara alami. Oleh karena itu, dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula seperti kue, permen, roti, hingga cokelat, membantu meringankan tugas dua organ pembasmi racun Anda.

3. Kurangi konsumsi garam

Sama seperti gula, mengonsumsi garam berlebih dapat menyebabkan banyak penyakit. Ketika kadar garam dalam tubuh tinggi sementara tubuh kekurangan air, tubuh Anda akan mengeluarkan hormon antidiuretik yang mencegah Anda untuk buang air kecil. Hal ini tentunya akan menghambat proses pembuangan zat sisa dan zat beracun dari dalam tubuh.

4. Konsumsi makanan yang tinggi prebiotik

Di dalam sistem pencernaan manusia, terutama usus, terdapat bakteri baik yang berfungsi melawan racun yang masuk ke dalam tubuh. Dengan mengonsumsi makanan tinggi prebiotik seperti bawang merah, bawang putih, pisang, dan tomat dapat membantu para bakteri baik tadi berfungsi dengan maksimal dalam menjaga sistem pencernaan Anda.

5. Konsumsi makanan tinggi antioksidan

Antioksidan bermanfaat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu mengonsumsi makanan tinggi oksidan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, buah beri, dan sayur-sayuran akan melindungi tubuh dari racun. Konsumsi vitamin C juga dapat menambah asupan antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Asupan Sehat Untuk Detoks, sumber Health Ledger
Asupan Sehat Untuk Detoks, sumber Health Ledger

6. Tidur yang cukup

Proses detoksifikasi tubuh yang alami terjadi ketika Anda tidur. Oleh karena itu pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup agar proses detoksifikasi alami oleh tubuh tidak terganggu.

7. Perbanyak olahraga

Berolahraga rutin dapat membantu tubuh terjaga dari berbagai penyakit seperti diabetes, jantung,dan tekanan darah tinggi. Selain itu olahraga rutin juga menjaga kesehatan organ tubuh. Ketika organ tubuh dan sistem detoksifikasi alami tubuh berfungsi dengan baik, Anda bisa merasa lebih sehat.

8. Jangan konsumsi alkohol

Alkohol adalah salah satu minuman yang dapat membebani kinerja organ hati. Bahkan, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menimbulkan peradangan pada hati. Ketika organ hati rusak, tubuh Anda akan kesulitan untuk memproses racun yang masuk ke dalam tubuh.

Itu dia beberapa tips untuk melakukan detoksifikasi tubuh jika Anda ingin melakukannya sesuai kebutuhan Anda. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan menambah referensi gaya hidup sehat bagi kita. Simak terus berbagai ulasan menarik seputar kesehatan dan herbal lainnya di aneka obat herbal.

× Chat WhatsApp?