Gangguan Haid – Haid atau menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi akibat siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus tersebut merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap apabila terjadi kehamilan. Persiapan tersebut ditandai dengan adanya penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.

Gangguan haid atau menstruasi merupakan kelainan yang terjadi pada siklus menstruasi seorang wanita. Ada beragam gangguan menstruasi yang dapat dialami oleh wanita pada umumnya, mulai dari darah haid yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, kemudian nyeri pada saat haid, hingga depresi saat menjelang menstruasi terjadi. Gangguan menstruasi tersebut terjadi ke siapa saja tanpa mengenal usia muda maupun tua.

Siklus menstruasi yang normal terjadi sekitar 21 hingga 35 hari, dengan lama menstruasi sekitar 4 hingga 7 hari. Namun terkadang, siklus menstruasi ini juga bisa terganggu. Masalah pada menstruasi yang sering terjadi pada wanita adalah nyeri saat datangnya haid. Anda dapat meredakan rasa nyeri tersebut dengan mengonsumsi jahe merah amanah.

Siklus menstruasi, Sumber : ruber.id
Siklus menstruasi, Sumber : ruber.id

Jahe merah dapat bermanfaat untuk melancarkan haid, meringankan gejala premenstrual syndrome (PMS), meredakan nyeri haid, bahkan dapat mengurangi rasa kembung pada saat menstruasi. Anda dapat membeli jahe merah amanah ini di Toko Herbal Online, anda cukup memesan secara online tanpa harus pergi keluar rumah untuk membelinya. Sangat praktis bukan, apalagi ketika anda sedang merasakan nyeri haid sehingga tidak dapat keluar rumah.

Gangguan haid dapat terjadi apabila siklus menstruasi tidak sesuai dengan periode yang telah dibahas sebelumnya. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya saja seperti stres, tumor, radang, penggunaan obat-obatan, gaya hidup yang tidak sehat, dan lain sebagainya. Keluhan tersebut dapat dialami oleh setiap wanita, baik remaja maupun dewasa. 

Jenis-jenis Gangguan Menstruasi

Ada berbagai macam gangguan pada menstruasi yang perlu anda waspadai, karena gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko yang bermasalah pada kesuburan anda. Di bawah ini telah kami rangkumkan apa saja jenis gangguan tersebut.

1. Amenorea

Amenorea dibagi menjadi dua jenis, yakni amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer merupakan kondisi dimana seorang wanita sama sekali belum pernah mengalami menstruasi hingga usia 16 tahun. Sedangkan amenorea sekunder merupakan kondisi dimana seorang wanita usia subur yang tidak sedang hamil dan pernah menstruasi sebelumnya, berhenti mendapatkan menstruasi selama 3 bulan bahkan lebih secara berturut-turut.

Penyebab dari menorea primer ialah kelainan genetik, gangguan otak yang mengatur hormon menstruasi, hingga masalah pada indung telur (ovarium) atau rahim. Sedangkan untuk amenorea sekunder dapat disebabkan oleh kehamilan, menyusui, menopause, penurunan berat badan secara drastis, terkena penyakit tertentu (tiroid, polycystic ovarian syndrome (PCOS), dan tumor otak di bagian kelenjar pituitari atau hipofisis).

Ilustrasi rahim wanita, Sumber : klikdokter.com
Ilustrasi rahim wanita, Sumber : klikdokter.com

2. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Pada saat akan menstruasi, banyak dari wanita yang mengalami nyeri maupun kram perut ringan, sakit kepala, hingga keluhan psikologis (seperti perubahan mood, merasa cemas, gelisah, dan mudah emosi). Gejala-gejala tersebut muncul pada saat mendekati datang bulan yang biasa dikenal dengan sebutan PMS atau premenstrual syndrome. Namun apabila gejala PMS dirasakan cukup berat hingga mengganggu aktivitas anda, maka kondisi tersebut disebut dengan PMDD.

Gejala dari PMDD ini dapat berupa sedih yang berlebihan (disforia), gelisah, susah tidur, makan yang berlebihan, sulit konsentrasi, depresi, hingga merasa lemas dan tidak berenergi. Penyebab PMDD dan PMS belum diketahui secara pasti hingga saat ini, namun ada dugaan disebabkan oleh kelainan zat kimia di otak yang mengatur mood. Salah satu kelainan zat kimia di otak tersebut ialah serotonin.

3. Dismenorea

Dismenorea merupakan kondisi dimana wanita mengalami nyeri saat menstruasi, umumnya pada hari pertama dan kedua haid. Gangguan ini bisa terjadi diakibatkan oleh kadar hormon prostaglandin yang tinggi saat hari pertama haid. Kemudian setelah beberapa hari, hormon tersebut juga akan berangsur berkurang kadarnya hingga membuat nyeri haidpun mereda.

Gejala dari dismenorea berupa nyeri maupun kram pada perut bagian bawah yang berlangsung secara terus menerus, dan kadang kala dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah serta paha. Rasa nyeri tersebut juga dapat disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, mual, dan muntah. Nyeri haid jenis ini biasanya akan mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia atau setelah melahirkan.

Nyeri saat haid, Sumber : google.com
Nyeri saat haid, Sumber : google.com

4. Menorrhagia

Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang berupa keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlalu banyak, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Menorrhagia dapat disebabkan dari berbagai hal, mulai dari ketidakseimbangan hormon terutama progesteron dan esterogen, perubahan pola makan, sering olahraga, dan gangguan pada hormon.

Selain itu juga diakibatkan oleh infeksi maupun peradangan di area vagina dan leher rahim, gangguan tiroid, miom dan polip pada rahim, gangguan pembekuan pada darah, hingga kanker rahim ataupun kanker serviks. Gangguan menstruasi ini terkadang disertai dengan periode yang memiliki durasi yang panjang yaitu hingga lebih dari tujuh hari lamanya.

5. Oligomenorea

Oligomenorea merupakan kondisi saat seorang wanita yang jarang sekali mengalami menstruasi. Yaitu apabila siklus menstruasinya lebih dari 35 hingga 90 hari atau mendapatkan haid kurang dari 8 sampai 9 kali dalam kurun waktu setahun. Gangguan ini sering dialami oleh remaja yang akan memasuki masa pubertas dan wanita yang memasuki masa menopause. Masalah menstruasi ini merupakan dampak dari aktivitas hormon yang sedang tidak stabil pada fase-fase itu.

Ilustrasi haid, Sumber : harapanrakyat.com
Ilustrasi haid, Sumber : harapanrakyat.com

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai gangguan haid pada wanita yang perlu diwaspadai. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan membantu menambah wawasan anda. Selain itu, anda juga bisa mendapatkan informasi menarik seputar virus corona varian baru atau informasi lainnya yang dapat anda temukan pada laman website kami.

× Chat WhatsApp?