Polycystic ovarian syndrome atau biasa dikenal dengan sebutan PCOS merupakan gangguan hormon yang terjadi pada wanita yang mengakibatkan sel telur tidak dapat berkembang secara normal. Hal tersebut dapat menyebabkan siklus menstruasi jadi tidak teratur disertai pembentukan kista multipel pada ovarium.

Selain itu kondisi ini juga dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Kadar hormon androgen berlebih yang dialami oleh penderita PCOS dapat menyebabkan indung telur memproduksi banyak kantong-kantong yang berisi cairan. Alhasil, sel telur tidak dapat berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Polycystic ovarian syndrome atau PCOS apabila tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan penderitanya susah untuk hamil atau mengalami kemandulan. Dikarenakan sel telur tidak dapat dilepaskan atau bisa dikatakan tidak ada ovulasi. Selain itu PCOS juga dapat membuat penderitanya rentan terkena diabetes.

Segera periksakan diri ke dokter apabila muncul gejala yang mengarah ke PCOS, misalnya saja seperti haid yang tidak teratur. PCOS yang dialami wanita hamil juga berisiko melahirkan bayi secara prematur hingga keguguran. Oleh sebab itu, rutinlah kontrol ke dokter selama hamil agar kondisi ibu dan janin terpantau.

Gangguan PCOS, Sumber : cnnindonesia.com
Gangguan PCOS, Sumber : cnnindonesia.com

Gejala PCOS

Ada beberapa gejala yang perlu anda waspadai dan bisa menjadi tanda bahwa anda mengalami Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS. Berikut di bawah ini beberapa gejala awal dari PCOS, yang dapat anda simak apa saja.

1. Gangguan Kesuburan

PCOS merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan gangguan pada kesuburan seorang wanita. Kondisi tersebut menyebabkan ovulasi tidak dapat terjadi atau tidak teratur, sehingga pembuahan sel telur oleh sperma sulit untuk didapatkan.

Walaupun nantinya terjadi pembuahan, keadaan hormonal yang tidak seimbang yang diakibatkan oleh PCOS bisa berpengaruh pada kondisi lapisan rahim untuk berkembang. Alhasil, telur yang sudah dibuahi tersebut tidak dapat menempel di dinding rahim sehingga kehamilan tidak berlanjut.

Namun jika pada akhirnya seorang wanita yang mengidap penyakit PCOS ini berhasil hamil, maka akan lebih berisiko untuk terkena berbagai komplikasi kehamilan. Misalnya saja seperti diabetes gestasional, keguguran, persalinan prematur, hingga hipertensi semasa kehamilan (preeklampsia).

Gambaran rahim normal dengan PCOS, Sumber : klikdokter.com
Gambaran rahim normal dengan PCOS, Sumber : klikdokter.com

2. Kegemukan atau Obesitas

Pada kenyataannya obesitas membawa permasalahan pada kesehatan tubuh. Salah satunya obesitas dapat mempengaruhi kesehatan rahim, hampir setengah dari wanita yang mengidap PCOS mengalami obesitas. Bukan hanya itu saja, wanita yang mengalami kondisi ini juga memiliki ciri-ciri sindrom metabolik.

Ciri-ciri sindrom metabolik tersebut adalah sebagai berikut, kegemukan sentral yang ditandai dengan lingkar perut melebihi 88 cm. Lalu dislipidemia merupakan Kondisi yang ditandai dengan nilai trigliserida lebih dari 150 mg/dL, kolesterol baik (HDL) di bawah 50 mg/dL.

Kemudian juga akan terjadi peningkatan tekanan darah yang signifikan. Akibatnya, wanita dengan PCOS juga akan memiliki risiko yang lebih besar terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung.

Ilustrasi kegemukan, Sumber : idntimes.com
Ilustrasi kegemukan, Sumber : idntimes.com

3. Hiperandrogenisme

Berdasarkan hasil studi, wanita yang menderita PCOS akan mengalami peradangan yang dapat memicu ovarium polikistik memproduksi hormon androgen secara berlebih. Kondisi ini dapat menimbulkan tanda atau ciri yang lebih dikenal dengan sebutan hiperandrogenisme.

Tanda-tanda dari hiperandrogenisme ialah pertumbuhan pola rambut pria (hirsutisme) yang ditemukan pada bibir atas, dagu, sekitar puting, bahkan perut bawah. Tidak hanya itu saja, bahkan juga dapat ditandai dengan munculnya jerawat, hingga alopesia androgenik atau kebotakan yang mengikuti pola kebotakan pria.

Ilustrasi alopesia androgenik, Sumber : kfdvgtu.ru
Ilustrasi alopesia androgenik, Sumber : kfdvgtu.ru

4. Gangguan Menstruasi atau Haid

Wanita yang menderita PCOS sangat memungkinkan untuk mengalami siklus haid yang tidak teratur, haid jarang, hingga siklus haid yang lebih panjang dari biasanya. Contohnya saja kurang dari sembilan kali menstruasi dalam satu tahun, jarak antar haid lebih dari 35 hari, atau haid dengan darah yang lebih banyak dari biasanya. 

Gangguan haid tersebut dapat menjadi tanda awal bagi seorang wanita yang mengidap PCOS. Oleh karena itu, mencatat siklus haid merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan. Agar anda dapat mengetahui apakah siklus menstruasi anda masih tergolong normal atau tidak.

Siklus menstruasi, Sumber : nhathuoclongchau.com
Siklus menstruasi, Sumber : nhathuoclongchau.com

Penyebab PCOS

Sampai saat ini penyebab utama seorang wanita dapat terkena PCOS belum dapat diketahui. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dikaitkan oleh para ahli sebagai salah satu penyebabnya misalnya faktor genetik. Faktor genetik ini dikaitkan dengan peningkatan hormon androgen pada wanita yang mengidap PCOS.

Bukan hanya kadar hormon androgen yang tinggi, namun wanita yang mengidap PCOS juga cenderung memiliki kadar insulin yang tinggi. Hal ini bisa terjadi, pada penderita dengan berat badan lebih (obesitas) atau memiliki riwayat diabetes mellitus pada anggota keluarganya yang lain.

Kelebihan kadar insulin bisa mengakibatkan produksi hormon androgen meningkat. Hal tersebut dapat mengganggu proses ovulasi. Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita yang menderita PCOS memiliki tipe peradangan yang bisa menyebabkan ovarium memproduksi androgen hingga menyebabkan masalah jantung.

Ilustrasi rahim, Sumber : jatim.tribunnews.com
Ilustrasi rahim, Sumber : jatim.tribunnews.com

Untuk membantu memperlancar haid, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi cuka sari apel. Pada sebuah penelitian yang dipublikasikan Tohoku Medical Press, memperlihatkan hasil yang menjanjikan dari penggunaan bahan alami ini untuk membantu menstruasi tetap lancar.

Namun masih diperlukan penelitan lebih lanjut untuk uji efektivitas serta takaran dosis pasti dari cuka sari apel tersebut. Walaupun bahan alami lebih minim dari efek samping daripada penggunaan obat-obatan kimia sebagai pelancar haid, lebih baik tetap memastikan bahwa anda tidak memiliki alergi.

Apabila anda ingin membeli cuka sari apel, maka anda bisa mendapatkannya di toko herbal online. Sangat pas sekali pada saat pandemi seperti ini anda tidak perlu keluar rumah untuk membelinya, cukup memesannya secara online. Lalu pesanan anda akan dikirimkan ke alamat tujuan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai gangguan PCOS beserta gejala dan penyebabnya. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi anda. Untuk mengetahui bagaimana cara memesan berbagai produk yang kami jual, maka anda dapat melihatnya pada laman website Nabawi Herba.

× Chat WhatsApp?