Memakan Makanan yang berunsur panas + Berunsur dingin

Tak ada tauladan yang terbaik dalam hal ini pada permasalahan menjaga kesehatan selain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam buku Ath-Thibbun Nabawi (Metode Pengobatan Nabi) Karya Ibnul Qoyyim, diulas kebiasaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau seringkali mengkonsumsi makanan dengan disertai pembandingnya.
Jika beliau mengkonsumsi makanan yang berunsur panas, maka beliau menyertainya dengan makanan yang berunsur dingin.
Seringkali Rasulullah mengkonsumsi kurma dengan disertai mengkonsumsi semangka (H.R Abu Dawud No.3836)
Seriungkali juga Rasulullah Mencampur Kurma dengan mentimun, (HR. Muslim no.2043, HR. Bukhari no.5440)
Salah satu faedahnya, rasa panas yang ada pada kurma dapat menyeimbangkan rasa dingin pada mentimun, karena mentimun agak sulit dicerna di lambung , dingin dan kadang berbahaya. Sungguh pelajaran yang agung dari Rasul kita.
Seringkali kali juga Rasulullah mengkonsumsi Kurma kering dengan minyak samin.
Selain itu juga dianjurkan meminum madu dengan dicampur air.
Untuk faedahnya kenapa Rasulullah seringkali mengkonsumsi makanan yang berunsur panas dengan yang berunsur dingin.
Insya Allah akan kami bahas pada pembahasan berikutnya.

Sumber :

  • At-Thibbun Nabawi karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan buku berjudul “Metode Pengobatan Nabawi”
  • Kupas Tuntas kHasiat Kurma-berdasarkan Al Quran, Assunnah dan Tinjauan medis modern,Zaki Rakhmawan,Media Tarbiyah, Bogor, 2006.Katalog Produk & Harga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Chat WhatsApp?