Semakin majunya perkembangan teknologi kedokteran dan pengobatan, ternyata dibaarengi juga semakin bervariasinya penyakit yang timbul di tengah peradaban manusia. Hal ini kemungkinan besar karena dipicu oleh aktifitas manusia itu sendiri, mulai dari pola hidup tidak sehat, keberadaan lingkungan yang tidak sehat. Salah satu penyakit yang timbul adalah kanker, dan pada artikel kali ini kita akan mengenal kanker lebih mendalam.

Kanker yang 70% penderitanya hidup di negara berkembang ternyata menimbulkan banyak kematian. Bahkan tercatat kanker menjadi pembunuh nomor dua di dunia. Kanker membunuh lebih banyak daripada AIDS, Malaria, dan TBC. Bahkan bila ketiganya digabung menjadi satu, kematian yang disebabkan karena kanker tetap berada di urutan atas.

Jika dilihat dari sejarahnya sepertinya kanker adalah penyakit yang mematikan. Sebenarnya seperti apakah penyakit kanker itu?

Mengenal Kanker

mengenal kanker
Kanker adalah kelainan sel karena mutasi genetik. Sumber Unsplash

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak nomal dan kemudian berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Hal inilah yang menjadikan kanker adalah penyakit yang mematikan.

Ada perbedaan yang mendasar antara tumor dan kanker. Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal yang ada di dalam tubuh. Tumor sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Sedangkan kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

yang perlu diketahui tentang penyakit kanker adalah, kanker dapat menimpa siapa saja, bisa terjadi pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Akan tetapi tidak tertutup kemungknan usia muda di bawah 40 tahun dan juga usia anak-anak terkena kanker.

Yang menjadi perhatian adalah sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita sering kali tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut atau menyebar cukup jauh.

Penyebab Kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, penyebabnya yang paling utama dari kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel tubuh manusia. Mutasi genetik akan membuat sel menjadi tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali dan merusak jaringan atau sel lainnya.

Setiap jenis kanker ada berbagai faktor yang berbeda yang dapat memicu kemunculannya. Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain sebagai berikut :

  • Memiliki riwayat penyakit kanker sebelumnya
  • Berusia di atas 65 tahun. Namun ada juga jens kanker yang banyak diderita pada anak-anak.
  • Kebiasaan merokok, minuman keras dan kebiasaan buruk lain.
  • Terpapar radiasi, zat kimia pemicu kanker, atau sinar matahari.
  • Terinfeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.
  • Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang.
  • Mengalami kegemukan.
  • Tidak rutin berolahraga
  • Menderita penyakit yang menyebabkan inflamasi kronis jangka waktu lama..
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Gejala Adanya Kanker

Setiap jenis kanker yang berbeda akan menampakkan gejala yang berbeda pula. Beberapa gejala yang sering dialami penderita kanker adalah :

  • Muncul benjolan di bagian tubuh tertentu.
  • Nyeri di salah satu bagian tubuh.
  • Wajah memucat, lemas, dan cepat letih.
  • Penurunan berat badan dengan tiba-tiba.
  • Gangguan buang air besar atau kecil
  • Batuk dalam jangka yang lama.
  • Demam yang terus berulang.
  • Memar dan mengalami pendarahan tiba-tiba.
mengenal kanker
Penelitian dikembangkan untuk mencegah adanya kanker. Sumber Unsplash

Cara Mendiagnosis Kanker

Biasanya untuk mendiagnosa kanker tahap awal adalah dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan. Beberapa test tambahan berikut ini bisa dilakukan untuk memastikannya :

Tes laboratorium

Tes ini meliputi pemeriksaan darah dan urine, tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan di dalam tubuh pasien.

Tes pencitraan

Akan dilakukan pemeriksaan menggunakan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah. Dengan tes ini pasien akan dilihat kondisi organ yang disnyalir terkena kanker.

Biopsi

Proses ini berupa pengambilan sampel jaringan tubuh pasien yang diduga mengalami kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak. Sampel tersebut nantinya akan diperiksa di laboratorium. Setelah diperiksa maka dokter akan menentukan tingkatan stadium dari kanker.

Pengobatan kanker dengan Herbal

mengenal kanker
Kemoterapi adalah pengobatan yang umum dilakukan untuk penanganan kanker. Sumber Unsplash

Pertentangan antara pengobatan secara medis dan pengobatan secara herbal memang terjadi. Dan sampai saat ini seolah tidak ada titik temu diantara keduanya. Untuk pengobatan herbal, memang tidak dipungkiri lagi bahwa kandungan herbal memang berupa zat alami anti kanker, seperti habbatussauda dan sebagainya. Namun karena sifatnya yang terkesan ‘lamban’ sebagian orang tidak merekomendasikan untuk digunakan sebagai pengobatan kanker.

Akan tetapi meskipun tidak didukung dengan penelitian seecara medis, berbagai herbal alami di lapangan justru bisa mengobati kanker, bahkan tanpa efek samping sebagaimana pengobatan dengan kemoterapi. Memang sampai saat ini obat fitofarmaka untuk menangani kanker belum sepenuhnya tersedia, namun seiring dengan kemajuan teknologi, dimungkinkan pengobatan herbal untuk penyakit yang biasanya di tangani medis bisa dilakukan.

× Chat WhatsApp?