Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap 2 penyakit ini merupakan hal yang sama. Namun pada kenyataannya diare dengan disentri itu berbeda loh. Anda perlu mengetahui perbedaan dari diare dan disentri terlebih dahulu, agar Anda lebih paham dengan gejala yang Anda alami.

Diare dan disentri merupakan penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Namun masih banyak yang mengira kedua hal tersebut sama. Tetapi pada kenyataannya diare dengan disentri memiliki perbedaan. Secara umum, diare biasa menyerang manusia karena makanan yang dikonsumsi kurang bersih.

Karena makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak bersih, maka dapat mengakibatkan seseorang mengalami diare. Diare juga umum dialami setiap orang mulai dari anak-anak hingga orang tua juga mengalaminya. Durasi dari sakit diare ini biasanya hanya sebentar dan mudah untuk pengobatannya.

Ilustrasi sakit perut, Sumber : lifestyle.kompas.com
Ilustrasi sakit perut, Sumber : lifestyle.kompas.com

Untuk disentri sendiri berbeda dengan diare, disentri merupakan sebuah peradangan yang terjadi pada usus besar. Umumnya disentri terjadi ditandai dengan sakit diare yang berkepanjangan, sehingga berbeda dari sakit diare pada umumnya yang hanya terjadi dalam kurun waktu sebentar.

Bisa jadi kedua penyakit ini disebabkan karena pola makan yang Anda lakukan tidak sehat. Untuk menghindari berbagai penyakit termasuk diare maupun disentri diperlukan pola makan yang sehat. Tumbuh akan lebih bugar dan tidak akan mudah terserang penyakit apabila makanan yang Anda konsumsi sehat.

Perbedaan Diare dengan Disentri

Supaya Anda lebih paham dengan kedua kondisi kesehatan tersebut, maka kami telah merangkumkan mengenai beberapa perbedaannya. Sehingga pada saat Anda terkena gejala dari kedua penyakit ini, Anda dapat membedakan apakah itu termasuk diare atau disentri.

1. Gejala yang Terjadi

Untuk gejala yang terjadi diantara diare dengan disentri jelas berbeda. Apabila seseorang terkena diare, maka dapat ditandai dengan gejala dari tekstur feses. Pada diare feses yang keluar akan berbentuk berair. Jika Anda mengalami feses yang berair bisa jadi Anda terserang diare.

Berbeda dengan gejala dari diare, gejala yang terjadi pada disentri Anda akan mengalami keluarnya feses yang berlendir dan terkadang terdapat campuran darahnya. Penderita disentri biasanya juga akan mengeluhkan rasa nyeri pada bagian bawah perut. Selain itu pasien akan mengalami demam selama beberapa hari.

Jika disentri yang terjadi pada Anda tidak segera dilakukan penanganan yang tepat maka bisa menyebabkan bahaya lainnya. Disentri yang tidak kunjung diobati akan menimbulkan luka yang terjadi diusus besar. Maka ketika Anda mengalami beberapa gejala disentri segeralah berkonsultasi ke dokter.

Ilustrasi diare pada anak, Sumber : jovee.id
Ilustrasi diare pada anak, Sumber : jovee.id

2. Area Infeksi Diare dan Disentri

Perbedaan diare dengan disentri yang selanjutnya adalah area yang terinfeksi. Untuk diare, ia akan menyerang pada area usus halus. Lalu untuk disentri, ia akan meyerang pada area usus besar. Oleh sebab itu gejala yang ditimbulkan dari kedua kondisi tersebut juga akan berbeda.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, diare menyerang usus halus yang mengakibatkan feses yang keluar memiliki tekstur yang berair. Berbeda dengan disentri yang menyerang usus besar, dikarenakan usus besar memiliki konstituen cairan lebih rendah ketimbang yang dimiliki usus halus.

Baca juga : Selain untuk Suplemen Pria, Ini Manfaat Lengkuas Merah untuk Kesehatan

3. Komplikasi yang Bisa Terjadi

Pasien yang menderita diare maupun disentri pada kondisi tertentu apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi pada kedua kondisi tersebut adalah menyebabkan terjadinya dehidrasi berat pada pasien yang menderita diare maupun disentri.

Bahkan jika tidak segera diatasi dehidrasi berat tersebut dapat menyebabkan kematian. Untuk dehidrasi bagi penderita diare biasanya akan menyebabkan intensitas buang air kecil berkurang hingga mata menjadi cekung. Untuk penderita disentri akan mengalami kerusakan pada usus besar hingga prolaps rektum.

Sistem pencernaan pada manusia, Sumber : klikdokter.com
Sistem pencernaan pada manusia, Sumber : klikdokter.com

4. Pengobatan Diare dan Disentri

Sebenarnya untuk kasus diare bisa sembuh dengan sendirinya dalam lurun waktu beberapa hari. Namun untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat mengancam nyawa, lebih baik selama diare dianjurkan minum air putih yang banyak. Tujuannya agar cairan yang dibutuhkan oleh tubuh tercukupi. Selain itu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut.

Namun apabila dirasa diare tidak kunjung membaik atau mereda, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi diare tersebut merupakan gejala dari penyakit lain yang mungkin menyerang Anda. Jika dibawa ke dokter akan lebih tenang dan bisa segera diatasi.

Hampir sama dengan diare, penderita disentri juga perlu mengonsumsi mencukupi cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu lebih baik jika mengalami gejala dari disentri segera mengunjungi dokter, agar diberikan penanganan yang tepat. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk menangani disentri.

Perbedaan diare dengan disentri, Sumber : health.kompas.com
Perbedaan diare dengan disentri, Sumber : health.kompas.com

Sebenarnya baik itu diare maupun disentri sama-sama kondisi yang bisa membahayakan tubuh. Apalagi dapat menyebabkan dehidrasi berat pada penderitanya, terlebih kondisi ini terjadi pada bayi, anak-anak, hingga lanjut usia sangat dikhawatirkan. Belum lagi daya tahan tubuh yang dimiliki sedang menurun.

Untuk mencegah terkena diare maupun disentri, Anda disarankan untuk lebih peduli terhadap kesehatan makanan maupun lingkungan tempat Anda tinggal. Sering-seringlah mencuci tangan sebelum menyentuh makanan. Sebisa mungkin mencuci bersih buah-buahan dan sayuran sebelum dikonsumsi.

Selain itu rutin juga mengonsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit. Anda bisa membeli berbagai multivitamin di toko herbal online. Sesuai dengan situasi saat ini yang mengharuskan di rumah saja, maka memesannya secara online lebih disarankan ketimbang keluar rumah.

Itu tadi artikel mengenai perbedaan diare dengan disentri. Ikuti artikel menarik lainnya seputar tips kesehatan hingga produk herbal hanya dengan mengakses laman website kami. Terima kasih telah berkenan menyimak ulasan di atas, semoga bermanfaat untuk Anda!

× Chat WhatsApp?